Derita si Ikan Cupang


Ikan cupang dalam perjalanan hidupnya sering mengalami perlakuan kurang baik, cerita ini adalah salah satu derita yang dialami si ikan cupang.

Bungkus ikan cupang
Ikan cupang di bungkus plastik kepanasan tanpa makan

Dimulai pada Jumat malam ketika saya jalan dekat mini market, saat menengok ke sebuah kedeai bergelantunganlah plastik-plastik sangat kecil. Plastik itu digantung dan kepanasan pada udara siang hari yang terik. Ketika saya dekati ternyata pedagang yang menggantung ikan cupang dalam plastik sangat kecil, masing-masing plastik diisi dengan seekor ikan cupang tanpa dikasih makan dan tanpa oksigen tambahan.

Merasa kasihan saya tanya kepada pedagang, ikan itu dibegitukan sampai berapa lama. Maka pedagangpun menjawab bahwa ikan itu dalam keadaan begitu kuat selama satu minggu.  Astaga…. tanpa makan sama sekali ikan itu digantung pada plastik kecil selama satu minggu.

Saya merasa heran dan lebih dekat memperhatikan ikan cupang itu, menurut pandangan saya ikan-ikan itu dalam keadaan lemah tak berdaya. Banyak diantaranya yang dalam posisi tegak berdiri dan menurut saya ikan dalam keadaan itu berarti sudah tidak kuat alias sebentar lagi meninggal.

Ikan cupang dan ikan hias lainnya memang sering dibungkus untuk dikirim ke pelanggan. Biasanya pembeli pesan melalui online dan kemudian pedagang mengemasnya dalam plastik dan kemudian dimasukkan ke dalam kemasan yang fix seperti steorofom atau kemasan lain seperti kayu. Cara packing demikian bisa untuk dikirim antar kota, antar pulau, antar negara bahkan ada yang antar benua. Namun ikan biasanya dikemas setelah ada pembeli dan dilakukan dengan kemasan yang benar. Dimana begitu sampai kepada pembeli yang sudah menantikan ikan cupangnya sejak lama akan segera merawatnya dengan baik bahkan si pemilik sudah lama menanti-nantikan.

Lain halnya dengan ikan cupang yang aku maksudkan, dimana ikan cupang sudah dimasukkan dalam plastik sempit untuk dijajakan tanpa dikasih makan sampai semingguan dan belum tentu ada yang membeli. Kemungkinan apabila ikan itu tidak ada yang membeli maka si ikan cupang akan mati dalam kemasan kecil plastik setelah kelaparan dan kepanasan berhari-hari.

Langkah menyelamatkan cupang

Sebagai pecinta binatang sejati yang tidak mempedulikan apakah cupang masih booming atau tidak, dan dengan segudang pengalaman memelihara ikan kecil atau larva ikan dalam jumlah ribuan…. saya…. cie… tidak tega melihat cupang diberlakukan begitu. Akan tetapi menyelamatkan semuanya dengan membelinya tidak mungkin karena pedagang toh akan membeli lagi dengan cara yang sama. Maka salah satu langkah yang aku tempuh adalah menuliskan derita si ikan cupang dengan harapan pembaca yang hobi ikan cupang bisa memberlakukan binatang piaraannya dengan baik.

Selain menuliskan saya juga ingin berpartisipasi langsung dengan membeli beberapa ekor cupang yang saya anggap sedang sekarat untuk saya coba apabila masih bisa…. menyelamatkan nyawanya…. Lalu saya membeli dan saya masukkan ke dalam air yang segar dari bak mandi saya.

Saya mengambil beberapa wadah dari mika untuk menampung air bak dan selanjutnya melepas cupang-cupang itu ke dalam wadah. Awalnya ikan cupang itu tidak banyak bereaksi dan hanya diam. Rasanya ikan cupang itu tidak akan kuat seminggu akan segera mati. Tapi sebagai penyayang ikan saya tetap menjaganya…. waktu dikasih makan  si ikan cupang tidak bereaksi… waduh….

Akhirnya hari itu berlalu dan ikan cupang di hari berikutnya masih sangat lesu dan sedikit saja gerakannya, ikan itu stress… hingga sore hari berikutnya ikan cupang itu saya kasih cacing sutra yang di bekukan atau dikenal dengan tubifex, ikan merespon dengan memakan sedikit sekali… namun di semburkan keluar lagi… Agak malam ada nyamuk mau menggigit saya, lalu saya pukul dan mati… iseng-iseng bangke nyamuk yang masih segar itu saya taruh di wadah si ikan cupang, gak ku sangka si ikan cupang bereaksi sambil masih lemas melumat nyamuk dan memakannya…. saya lihat apakah disemburkan lagi… satu detik…. dua detik… tiga detik… sampai satu menit tidak disemburkan lagi… Alhamdulillah…. ada harapan hidup…..

Si ikan cupang mulai bisa bermain

Setiap hari si cupang saya kasih makan walaupun hanya makan sedikit… dan agak semangat kalau ada nyamuk tapi aku repot masa harus nangkepin nyamuk. Sampai akhirnya hari ini Selasa tanggal 2 September yang berarti si ikan cupang sudah 4 hari dalam pemeliharaanku. Sekarang si ikan cupang sudah mulai bisa bermain meskipun masih lemah dan suka diam lama-lama.

Mulai bermain
Mulai bisa bermain walau masih lemah

Saya berharap si ikan cupang menjadi sehat seperti sedia kala… bahkan kalau bisa beranak pinak yang menandakan bisa hidup sehat.

Buat para pecinta ikan cupang ayo perlakukan ikan-ikan piaraan kita dengan baik karena ikan punya nyawa dan punya rasa… hidup ikan cupang… hidup pecinta cupang…

Iklan

2 thoughts on “Derita si Ikan Cupang”

  1. Halo Gigi Manusia, saya baru sebatas menyelamatkan dari bahaya si cupang belum sampai bagaimana memelihara yang baik. Sekarang masih belajar jadi belum bisa jawab pertanyaannya 🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s