Kaligowong


Wis denger Kaligowong urung kang? Nek urung denger, Kaligowong ya kae Desa sing cedek Bendungan Wadaslintang, mlebune Kecamatan Wadaslintang, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.

Kata-kata diatas adalah percakapan akrab ala Kaligowong, lalu jawaban lawan bicara,” Ya uwis lah…”. Begitu kira-kira pemuda Desa Kaligowong bercakap-cakap.

utk_klgw

Sebagai perkenalan, blog ini dibuat untuk sekedar obrolan mengenai hal-hal kecil yang mungkin bermanfaat bagi kita semua anak-anak Kaligowong, bagi yang menyukai silahkan tinggalkan coment, ya siapa tau ada manfaatnya buat teman-teman yang lain.

Buat yang belum mengerti Desa Kaligowong ada baiknya saya ceritakan sedikit. Desa Kaligowong termasuk Kecamatan Wadaslintang, Kabupaten Wonosobo dan Propinsi Jawa Tengah. Desa Kaligowong seperti halnya desa-desa lain di sekitarnya terdiri dari beberapa dukuh, yaitu unit pemerintahan dibawah pemerintahan Desa Kaligowong.

Dukuh-dukuh di Desa Kaligowong antara lain:

1. Kalisalak

2. Kaligowong

3. Silemped

4. Semawung

5. Gumenggeng

Desa ini telah cukup maju pendidikannya (jika dibandingkan dengan desa lain sekitarnya), meskipun masih perlu ditingkatkan. Desa Kaligowong sudah memiliki sekolah sampai tingkat SLTP (NEGERI), dan ada sekolah swastanya.

Obyek wisata Desa Kaligowong

Desa Kaligowong memiliki obyek wisata antara lain Bendungan Wadaslintang. Adapun obyek wisata sekitar Desa Kaligowong kami buatkan artike khusus silahkan klik wisata Desa Kaligowong  barangkali saudara-saudara berniat berwisata, kami persilahkan.

I. Potensi Ekonomi Desa Kaligowong

a. Pasar

Ekonomi Desa Kaligowong berkembang dengan baik dengan adanya Pasar Desa Kaligowong yang disebut Pasar Pahing. Pasar Desa Kaligowong disebut demikian karena pasaran di buka pada Hari Pasaran yaitu Hari Pahing. Hitungan hari demikian sesuai dengan hitungan pasaran Jawa yang secara lengkap sbb:

1. Pahing

2. Pon

3. Wage

4. Kliwon

5. Manis

Jadi pasaran di Desa Kaligowong dihitung dengan cara seperti di atas. Pasar ini cukup rame karena pengunjung selain dari Desa Kaligowong itu sendiri juga datang dari Desa Kalipuru,  Desa Sendang, Desa Brondong, Desa Sumbersari, Desa Sumberejo dan lain-lain desa-desa sekitarnya.

b. Pertambangan

Di desa kaligowong terdapat bahan tambang yang sudah di gali dan dimanfaatkan sejak pembuatan Waduk Wadaslintang. Bahan tersebut adalah tambang batu pecah. Batu tersebut berada di Bukit Siwuku, yaitu sebuah bukit di sisi selatan Desa Kaligowong.  Dahulu tambang batu pecah ini menyerap banyak tenaga kerja yang memecah batu dan menaikkan ke atas truk. Kemudian batu tersebut di angkut ke luar desa Kaligowong atau dimanfaatkan oleh penduduk Desa Kaligowong untuk bangunan mereka.

Sumber batu berupa bukit yang cukup besar dan potensi tambang batunya menurut pengamatan penulis sangat besar apabila dimanfaatkan dengan benar. Cara pemanfaatan dengan benar sangat penting demi keselamatan warga yang bekerja dan keselamatan alamnya sendiri.

c. Perikanan

Ikan merupakan salah satu penghasilan penduduk Kaligowong. Dimana di Kaligowong terdapat kolam untuk memelihara ikan. Kolam-kolam tersebut menghasilkan ikan yang bisa di konsumsi anggauta keluarga maupun bisa di jual sebagai sumber penghasilan.

Selain ikan dari kolam, di Kaligowong juga terdapat Waduk Wadaslintang yang di dalamnya terdapat banyak ikan. Ikan-ikan tersebut bisa di tangkap dengan menggunakan jala/jaring. Penduduk kaligowong cukup banyak yang melakukan pekerjaan ini di sela-sela waktunya. Sehingga ikan sebagai sumber protein di Desa Kaligowong tersedia cukup banyak, selain bisa di jual dan menghasilkan uang. Dengan demikian ikan merupakan sumber penghasilan penduduk Kaligowong.

d. Kayu

Desa kaligowong banyak di tanami kayu-kayu. Dengan demikian Desa Kaligowong merupakan salah satu penghasil kayu. Salah satu kayu yang banyak di tanam adalah albasiah. Kayu menjadi salah satu produk pertanian andalan selain produk pertanian lain di Desa Kaligowong.

e. Hasil Pertanian

Seperti pasal d, kayu bukanlah satu-satunya penghasil dari sektor pertanian di Desa Kaligowong, akan tetapi masih terdapat komoditas lainnya seperti padi, kelapa, sayuran, buah-buahan dll. Sedangkan cengkeh sempat menjadi produk andalan untuk Desa Kaligowong, akan tetapi semenjak harga cengkeh turun drastis para petani banyak yang menebang pohon cengkihnya. Namun demikian sebagian masih mempertahankan pohon cengkihnya hingga saat ini.

II. Arti kata “Kaligowong”

Saya tidak begitu memahami asal-usul nama desaku ‘Kaligowong’. Bahasa apa yang digunakan saya juga tidak paham. Tapi karena saya orang Kaligowong, maka saya mendengar rumor asal-usul kata ‘Kaligowong’ tanpa pernah reset apakah arti itu betul atau tidak.

Kata kaligowong menurut rumor, terdiri dari 2 (dua) kata yaitu Kali dan gowong. Kali berati sungai dan gowong berarti bolong=berlubang. Jadi menurut pengertian di atas, Kaligowong adalah sungai yang berlubang-lubang.

Saya tidak jamin apakah asal kata Kaligowong seperti tersebut di atas ataukah tidak. Akan tetapi sungai-sungai di daerah tersebut memang banyak lubangnya. Lubang-lubang kali di Desa Kaligowong sering menjadi sarang lele. Dimana lele-lele sering di tangkap para pemuda. Kegiatan menangkap lele sering disebut ‘pirik’.

III. Unjuk Hormat Kepada Bapak Lurah

Sebelum menulis lebih jauh, penulis ingin menyampaikan hormat kepada Bapak Kepala Desa Kaligowong apabila dalam menulis ada yang menyinggung perasaan atau tidak berkenan Bagi Bapak Kades Kaligowong.

Tulisan ini kami kasih judul ‘Unjuk Hormat Kepada Bapak Lurah‘ karena saya teringat gambus Kaligowong dalam memberikan hormat kepada Bapak Lurah Kaligowong dengan memainkan lagu dengan judul tersebut. Kini perkenankan saya untuk mengenangnya.Tujuannya untuk menghormati Kepala Desa Kaligowong dan sudah dilakukan sejak dulu kala ya.

Syairnya antara lain sbb :

Unjuk hormat kepada Bapak Lurah…

Dan semua bapak pamong

Yang berada di kampung Kaligowong

Minta ampun-ampun seribu ampun…

Karena Kami ini… dung2 dung…….. prii….ttt

TARIK JUARA ……

Waduh syairnya sebagian lupa… 😀

IV. Kepala Desa Kaligowong

Kaligowong sebagai sebuah desa dipimpin oleh kepala desa, yang dipilih secara voting. Kemudian kepala desa tersebut menjabat dalam jangka waktu tertentu. Dahulu kepala Desa Kaligowong menjabat dalam waktu yang lama, namun belakangan masa jabatan dibatasi menjadi 2 kali. (Kalau enggak salah ya, kalau salah mohon dibenarkan /di comment). Kepala desa di Kaligowong yang sempat kami ingat dari yang terakhir adalah :

1. Bapak Mansyuri, SPd

2. Bapak Sunardi

3. Bapak Mansur

4. Bapak Wito Dihardjo

5. Bapak Karto Mihardjo (semasa menjabat tinggal disebelah timur/di bawah Balai Desa)

6. Lurah sebelumnya penulis tidak ingat…

Apabila ada salah penulisan ejaan mohon dimaafkan ya.

V. Desa sekitar Kaligowong menggunakan kata ‘Kali….’

Kata ‘Kali…’ adalah kata yang sering dipakai pada penamaan Desa atau Dukuh di sekitar Kaligowong. Hal ini terbukti dari banyaknya nama desa di sekitar Desa Kaligowong dengan kata ‘Kali’ mendahului kata lain. Antara lain penggunaan kata ‘Kali’ adalah :

1. Kalisalak, adalah sebuah dukuh di Desa Kaligowong.

2. Kalipenggung, adalah  sebuah dukuh di Desa Kaligowong.

3. Kalipuru, adalah nama desa tetangga Desa Kaligowong yang sudah masuk wilayah Kabupaten Kebumen.

4. Kaliasat, adalah nama dukuh di Desa Sumbersari, sebuah desa yang berseberangan dengan Desa Kaligowong.

5. Kaliurang, sebuah desa tetangga Desa Kaligowong (seloang desa lain) yang sudah masuk Kabupaten Kebumen.

Kata ‘kali’ untuk Desa Kaligowong dan desa-desa lain tetangga Desa Kaligowong  berbeda dengan pengertian kali dalam perkalian bilangan. Akan tetapi pengertian ‘kali’ untuk Desa Kaligowong menurut rumor lebih berarti sebagai ‘Sungai’. Sebagai contoh dukuh dekat Kaligowong ada yang bernama ‘Kaliasat’ maka pengertiannya lebih dekat ke ‘Sungai yang kering’ jika dibandingkan dengan perkalian.

VI. Hobi anak-anak Kaligowong

Hobi anak-anak Kaligowong mengalami perubahan sesuai dengan perkembangan jaman. Dahulu kala anak Kaligowong memiliki hobi yang antara lain main layang-layang, panggalan, ciblon, main umpet-umpetan, parung, ngobor welut, mancing dll.

> Layang-layang

Hobi-hobi tersebut mengalami pasang surut. Sebagai contoh biasanya anak Kaligowong  main layang-layang (dahulu) pada saat padi telah panen. Karena setelah masa panen padi maka permukaan sawah menjadi lapangan yang besar sehingga anak-anak Kaligowong bisa leluasa main layangan. Pada musim seperti itu dahulu anak-anak Kaligowong rame-rame ke sawah sambil membawa layang-layang masing-masing.

Bentuk layang-layang anak Kaligowong sangat beraneka ragam, namun secara umum terdiri dari layangan pethekan dan layangan sendaren.

layangan_pethekan

Layangan petekan oleh anak Kaligowong bisa dikasih ekor dan bisa tanpa ekor. Untuk layangan anak Kaligowong yang tanpa ekor disebut ‘Buntungan’. Layangan bentuk demikian apabila tidak seimbang, bisa berputar-putar di udara lalu jatuh ke sawah. Peristiwa layangan berputar-putar oleh anak Kaligowong disebut ‘ngucir’ sedangkan anak dukuh semawung menyebutnya ‘nguding’.

Sedangkan layangan sendaren di desa Kaligowong sama sekali tidak memakai ekor. Layangan ini melengkung ke arah kiri-kanan. Dan sering di kasih ‘sendaren’ yaitu lengkungan dari bambu membentuk busur dan dikasih pita sehingga waktu terkena angin mengeluarkan suara dengungan. Layangan model ini saat terbang lebih berat mengendalikannya, sehingga kadang-kadang benangnya putus. Peristiwa ini oleh anak Kaligowong disebut ‘pedhot’ dan anak Semawung menyebutnya ‘Cegot’.

layangan_sendaren

Anak-anak yang nakal menggunakan pecahan kaca dan lem untuk melapisi benang layang-layangnya sehingga apabila benang bersinggungan dengan benang orang lain akan bergesekan dan benang orang lain akan putus. Tapi kebiasaan demikian jarang di praktekkan anak Kaligowong.

Sementara sekian dahulu, kalau ada kesempatan mau saya lanjutkan dengan hobi anak Kaligowong yang lain, yaitu ‘panggalan’

>Panggalan

Panggalan adalah mainan dari kayu dan tali untuk memainkannya dan disebut ‘uwet’. Kayu dibentuk menggunakan parang sedemikian sehingga terbentuk badan dan kepala. Sedangkan ‘uwet’ adalah pilinan tali berbentuk seperti cambuk tanpa tangkai.

panggal

Cara memainkannya tali dililitkan diantara badan dan kepala panggalan, kemudian panggkal ‘uwet’ dijepit jari  dan badan ‘pangga’l digenggam. Tanggan yang memegang panggal diayunkan ke depan, kemudian badan ‘panggal’ dilepas dari tangan  dan tali uwet di tarik kencang-kencang ke belakang. Maka ‘panggal’ akan terlempar ke depan dengan badan berputar kencang. Lalu pada saat ‘panggal’ jatuh ketanah akan tetap berputar untuk waktu yang cukup lama.

> Bermedsos ria

Anak-anak Kaligowong sekarang seperti halnya anak-anak yang lain menyukai media sosial untuk bersosialisasi dengan teman dan saudara-saudaranya. Media sosial yang sering digunakan antara lain facebook, twitter dan google+. Kebetulan banyak Warga Kaligowong yang merantau di luar negeri. Pemakaian media sosial sangat membantu untuk komunikasi dengan saudaranya yang tinggal di desa.

VI. Penutup

Demikian keadaan Desa Kaligowong, suatu desa yang semoga segera menjadi desa maju sehingga warga bisa hidup tentram dan damai dengan pola hidup yang baik.

Iklan

13 thoughts on “Kaligowong”

  1. kang/mbak,nyewun sewu,kae gambar sing ana mobil trek.e pas temurunan udu nang kali gowong,tapi nang kali lendy,anding balai desa,pas banget karo alasku ger ngarit gajahan,,mandan protes ya kang.?

    Suka

    1. Halo Mas Amir,
      Iya bener…. sukur ana sing protes haha…
      Gajahane panen terus ya, selamat ya. Bener udu nang Kaligowong, tapi dalan menuju kaligowong tung mburi bendungan ya.
      Ngarit karo online, mantap!. Gabung nang twitter ben ramen ya. Iki Mas Amir SIlemped ya ?

      Matur Nuwun

      Suka

      1. lek enyong gapen milu nyambung aweh si….??? nyong wong kyuni lek nang kene ana kali gowong….kue sumber mata air sing dinggo adus, ngumbahi,ngasahi, karo go diksumsi benyune, sing nganggo ya wong kyuni njurang karo sipucung..kali kue tekan siki egen mili jedole tekan laut ya egen kali gowong munine..berarti liwat nggon rika mbarang ya lek….rika bisa dolan nang kyuni ndelok nek ora ngandel…

        Disukai oleh 1 orang

  2. Gabung ya boleh sayang enggak ada nama ya @Anonimous… wah nek banyu jedul laut percaya lah mbuktekena ya angel 🙂 berarti Klgw sumber air ya… bagus… trims komennya

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s